Nila Setitik Merusak Susu Sebelanga, Mengapa??

Nila setitik merusak susu sebelanga. Begitulah sebuah pepatah klasik yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Sederhana, namun memberikan kiasan yang syarat makna untuk dijadikan bahan renungan dalam kehidupan kita.

Walaupun cukup akrab, namun masih ada yang belum memahami maknanya, khususnya bagi adik-adik yang masih dalam proses pembelajaran. Bukan hanya sekedar mendikte, namun kita dapat memberikan perumpamaan konkrit sehingga lebih mudah dipahami oleh orang lain yang ingin mengetahui maknanya. Kita mungkin mengetahui arti pepatah tersebut, namun kita mungkin tidak tahu mengapa bisa terjadi demikian.

Melalui kesempatan kali ini, kami ingin menceritakan sebuah ilustrasi kepada penggemar Suara Hati tentang pepatah klasik tersebut.

Suatu hari di dalam kelas seorang guru yang akan mengisi mata pelajaran memulai kelasnya dengan menuliskan beberapa tulisan di papan tulis sebagai berikut:

1 x 1 = 2
1 x 2 = 2
1 x 3 = 3
1 x 4 = 4
1 x 5 = 5
1 x 6 = 6
1 x 7 = 7
1 x 8 = 8
1 x 9 = 9
1 x 10 = 10

Melihat tulisan tersebut para murid pun tertawa pelan dan saling berpandangan satu sama lain seakan-akan saling memberitahukan kesalahan yang telah dibuat ibu guru mereka.

Sang guru pun menatap para murid dengan senyuman sambil bertanya kepada muridnya:
Guru : "Mengapa kalian tertawa...??"
Murid : "Perkalian yang ibu guru tuliskan salah, bu...!! (Sambil tertawa)"
Guru : "Nah, murid-muridku sekalian, perkalian ini sengaja ibu tuliskan demikian agar kalian tahu tentang suatu hal yang penuh makna dalam kehidupan kita. Dari 10 baris tulisan tersebut hanya terdapat 1 baris kesalahan dan ada 9 baris yang benar. Adakah diantara kalian yang memuji 9 baris tulisan ibu yang benar?? (Para murid terdiam).
Ketahuilah murid-muridku sekalian, dalam kehidupan ini kita harus berbesar hati dan bersabar, orang-orang di sekeliling kita akan lebih memperhatikan kesalahan yang kita buat dari sekian banyak kebenaran dan kebaikan yang telah kita lakukan. Satu kesalahan yang kita lakukan akan merusak atau mencemari banyak kebaikan yang telah kita lakukan. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam bertindak, namun jangan lupa bahwa manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. Oleh karena itu, berserah dirilah kalian kepada sang pencipta yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa agar diberikan kesabaran, karena hal ini pasti akan kita alami. Janganlah pesimis dengan kenyataan ini, terus pertahankan kebenaran dan selalu introspeksi setiap tindakan yang kita lakukan. Bersiaplah, cemohan pasti akan datang pada dirimu, itulah manusia, itulah latihan yang harus kita hadapi untuk menjadi lebih dewasa dan sukses. Sekiranya tidak ada cemohan tersebut, maka kecil kemungkinan koreksi akan muncul. Berbahigialah jika kesalahan yang kita lakukan masih menjadi perhatian orang lain yang mau mengoreksi. Jangan pesimis dengan pepatah yang mengatakan : "Nila Setitik Merusak Susu Sebelanga". Teruslah bangkit, teruslah berkarya, kesuksesan menanti anda".

Murid-murid tercengang dan manggut-manggut menyimak nasehat ibu guru.

Perkalian
Perkalian

Posting Komentar