Karel Satsuit Tubun, Pahlawan Revolusi Korban G 30 S PKI

Karel Satsuit Tubun atau KS. Tubun merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia yang meninggal akibat pemberontakan Gerakan 30 September yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) tanggal 1 Oktober 1965.

Biografi Karel Satsuit Tubun


Beliau lahir pada tanggal 14 Oktober 1928 di Tual, Maluku Tenggara. Istrinya bernama Margaretha Waginah. Dari pernikahan mereka memiliki tiga orang anak yaitu Philipus Soemarno, Petrus Indro Waluyo dan Linus Paulus Suprapto.
Setelah lulus dari Sekolah Dasar pada Tahun 1941, Karel langsung mendaftar pada sekolah kepolisian. Ia lulus dan berada pada kesatuan Brigade Mobil (Brimob) Ambon dengan pangkat Agen Polisi Kelas Dua atau sekarang disebut dengan Bhayangkara Dua Polisi.

Karel Satsuit Tubun
Karel Satsuit Tubun
Setelah beberapa waktu beliau di mutasi ke Jakarta dengan pangkat Agen Polisi Kelas Satu atau sekarang disebut degan Bhayangkara Satu Polisi.

Ketika Bung Karno selaku Presiden Republik Indonesia mendesak pengembalian Irian Barat dari tangan Belanda melalui Trikora (Tri Komando Rakyat), maka dilakukan operasi militer di Irian Barat. Dalam operasi militer tersebut, Karel Satsuit Tubun turut ambil bagian dalam perjuangan bersejarah tersebut.

Setelah operasi selesai dan Irian Barat berhasil dikembalikan ke tangan Indonesia, beliau kembali ke Jakarta dan ditugaskan menjadi pengawal di rumah kediaman Wakil Pedana Menteri Dr. J. Leimena. Pangkatnya pun berangsur naik menjadi Brigadir Polisi.

Kematian Karel Satsuit Tubun


Karena merasa bahwa para Pimpinan Angkatan Darat sebagai penghalang dalam menggapai cita-cita PKI, maka mereka melakukan penyekapan terhadap beberapa petinggi Angkatan Darat. Ketika malam hari, PKI menuju ke rumah Jenderal A.H. Nasution yang bertetangga dengan rumah Dr. J. Leimena.

Langkah awal yang dilakukan PKI adalah menyekap para pengawal Dr. J. Leimena. Karena malam tersebut merupakan malam jaga Karel Satsuit Tubun, ia pun mendekati tempat dimana terdengar keributan. Ia sempat melakukan perlawanan namun akhirnya dia pun tertembak karena perlawanan yang tidak seimbang.

Pemberian Gelar dan Kehormatan Bagi Karel Satsuit Tubun


Karena atas jasa-jasanya bagi Bangsa dan Negara Indonesia serta merupakan korban pemberontakan PKI yang dikenal dengan nama Gerakan 30 September PKI tahun 1965, Karel Satsuit Tubun dimasukkan oleh pemerintah sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia bersama beberapa korban lainnya yaitu: Jenderal Ahmad Yani, Letjen R. Suprapto, Letjen M.T. Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Sutoyo, Mayjen D.I. Pandjaitan, Brigjen Katamso, Kolonel Sugiono dan Kapten CZI Pierre Tendean.

Selain dijadikannya Pahlawan Revolusi Indonesia, pangkat Karel dinaikan menjadi Ajun Inspektur Dua Polisi. Untuk mengenang jasanya, namanya pun di abadikan menjadi nama sebuah kapal perang Republik Indonesia yaitu KRI Karel Satsuitubun, nama Bandar Udara Karel Satsuitubun di Pelabuhan Ratu dan di Ibra Maluku Tenggara.

Pesan Moral


Dari perjalanan hidup dan perjuangan yang dilakukan oleh Karel Satsuit Tubun untuk Bangsa Indonesia, kami memberikan sedikit pesan moral sebagai berikut:
  • Karel Satsuit Tubun adalah pejuang yang pemberani dan gigih sebagai anak daerah yang berjuang hingga ke Jakarta.
  • Rela berkorban demi bangsa dan negara hingga mengorbankan jiwa dan raganya perlu dicontoh bagi generasi penerus bangsa.
  • Perjuangan dan pengorbanan untuk bangsa dan negara tidak ada yang sia-sia, akan selalu membawa manfaat untuk anak cucu kita nantinya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Karel Satsuit Tubun, Pahlawan Revolusi Korban G 30 S PKI"

Posting Komentar

Terima Kasih untuk Kesempatan dan Kesediaan Anda Memberikan Tanggapan Melalui Kolom Komentar yang Tersedia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel