Sekolah untuk Dapat Ilmu, Bukan untuk Nilai Tinggi. Bagaimana Menurut Anda?

Sekolah sudah menjadi kebutuhan, bahkan menjadi kewajiban bagi seluruh anak bangsa. Setiap orang tua selalu berharap agar anaknya kelak menjadi anak yang cerdas, dapat berbakti kepada orang tua, bangsa dan negaranya serta mendapatkan kehidupan yang layak dan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.

Orang-orang berlomba sekolah dengan cita-citanya masing-masing. Tak jarang kita temukan orang tua yang rela mongorbankan segala yang dimilikinya demi menyekolahkan anaknya. Para pelaksana pendidikan pun berlomba melaksanakan program pendidikannya. Fasilitas pendidikan pun menjamur dibeberapa daerah, bahkan ada yang berujung pada penutupan fasilitas tersebut karena dinilai tidak layak oleh pemerintah.



Sistem pendidikan dari tahun ke tahun menjadi perhatian, hingga mengalami beberapa kali perubahan. Tak jarang kita temukan keluhan, baik dari para guru maupun orang tua murid atas sistem pendidikan yang diberlakukan.

Namun, fakta yang ada dan banyak terjadi, dari dulu hingga sekarang adalah bahwa motivasi pendidikan dan metode pelaksanaannya cenderung lebih mempersiapkan anak didik untuk mendapatkan nilai yang baik, bukan untuk mendapatkan ilmu.

Sekolah
Sekolah

Padahal, menurut hemat kami, jika seorang anak mendapatkan ilmu yang baik maka pastinya akan mendapatkan nilai yang baik pula. Tapi, jika memiliki nilai yang baik belum tentu memiliki ilmu yang baik pula.

Coba anda perhatikan beberapa kejadian berikut:
  • beberapa jenjang pendidikan memberlakukan les tambahan bagi peserta didik untuk membahas contoh-contoh soal ujian akhir dengan harapan anak didiknya dapat lulus di ujian akhir. Pembelajaran keseharian pun lebih menekankan mengerjakan soal latihan, bahkan ada sebagian guru yang memberikan kisi-kisi soal ketika akan melakukan ujian.
  • Banyak ditemukan siswa yang memiliki nilai bagus disekolah namun tidak mampu berbuat apa-apa untuk menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Kecenderungan orang lebih mengagungkan juara kelas ketimbang kemampuan anak dalam melakuakan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Di beberapa daerah, rata-rata orang bersekolah hanya berharap untuk menjadi PNS. Mereka tak mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan bekal ilmu yang mereka miliki dari bangku sekolahnya. Mereka yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri hanya mereka yang benar-benar terdidik dan terlatih, baik formal maupun nonformal.


Beberapa contoh kejadian diatas menggambarkan bahwa anak bangsa kita memang dididik untuk mendapatkan nilai bagus, bukan untuk ditempa dengan ilmu yang dipersiapkan menghadapi tantangan kehidupan yang semakin sulit. Jangan heran banyak ditemukan para pemilik ijazah dan gelar yang cukup panjang namun tidak mampu mengaplikasikan dan mempertanggungjawabkan apa yang dimilikinya tersebut.

Kami secara pribadi banyak menjumpai teman-teman yang mengakui bahwa mereka dapat berbuat sesuatu yang menyangkut keahlian mereka setelah selesai dari bangku pendidikan. Hal ini membuktikan bahwa dibangku pendidikan formal saja tidak cukup untuk menjadi bekal kehidupan. Apakah memang harus demikian? Ataukah ada yang salah dari sistem pendidikan yang diberlakukan?

Kepada para pembaca Suara Hati, kami mengharapkan pendapat anda, silakan berikan komentar anda melalui kolom komentar yang ada dibawah. Salam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sekolah untuk Dapat Ilmu, Bukan untuk Nilai Tinggi. Bagaimana Menurut Anda?"

Posting Komentar

Terima Kasih untuk Kesempatan dan Kesediaan Anda Memberikan Tanggapan Melalui Kolom Komentar yang Tersedia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel