Anak Bertanya tentang Allah. Sederhana namun Mengejutkan dan Lucu

Sebagai orang tua tentunya kita sangat bahagia dengan hadirnya anak-anak dalam keluarga sebagai hasil pernikahan kita. Membesarkan dan mendidik anak akan menjadi bagian dari kebahagian tersebut dan segala yang kita lakukan dapat termotivasi oleh keberadaan mereka.

Sebagian orang tua, sesibuk apapun pasti akan tetap meluangkan waktu untuk bersama anak-anak kita. Waktu luang tersebut digunakan untuk mengajari mereka, menemani bermain, menceritakan dongeng, dan sebagainya hingga kita yakin bahwa anak merasa mendapat perhatian dan kebahagiaan.

Di sela-sela kebersamaan tersebut, seiring dengan bertambahnya usia dan pengetahuan anak, tak jarang ada pertanyaan yang harus dijawab oleh orang tua dengan jawaban yang dapat diterima dan dipahami oleh anak sesuai dengan usianya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan dasar pembelajaran paling berharga untuk perkembangan mereka. Ada sebagian anak yang tak akan berhenti bertanya ketika belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dan masuk diakalnya.

Ketika anak bertanya tentang hal-hal umum dalam kehidupan sehari-hari mungkin tidak menjadi masalah, kita pasti akan dengan mudah memberikan jawaban yang dapat diterimanya. Namun bagaimana jika anak bertanya tentang Allah? Mungkin pertanyaan jenis ini pernah dilontarkan anak anda? Kami yakin bahwa Anda pasti berpikir sejenak untuk memberikan jawaban yang logis sesuai dengan usia dan kemampuan berpikir mereka.

Fathir dan Amel Bertanya tentang Allah
Fathir dan Amel

Bagaimana tidak? Anak yang imut, lugu dengan pertanyaan polos tentang sesuatu yang jawabannya membutuhkan jawaban yang sangat panjang dengan versi dewasa. Maka disinilah kita sebagai orang tua harus cerdik dalam memberikan jawaban yang benar dan dapat dicerna oleh akal sang buah hati.

Anak Bertanya tentang Allah, Sederhana namun Mengejutkan dan Lucu


Amel, Fathir, Papa dan Mama
Amel, Fathir, Papa dan Mama

Mengenai pertanyaan anak tentang Allah, ada beberapa pengalaman yang terjadi pada kedua anak kami. Anak pertama (Rizka Amelia) bertanya ketika berumur 4 tahunan dan anak kedua (Ahmad Alfathir) bertanya ketika berumur 5 tahunan. Menurut kami, pertanyaan mereka sederhana namun cukup mengejutkan, lucu dan membuat kami berpikir sejenak untuk memberikan jawaban yang benar dapat diterima oleh akal pikiran mereka.

Pertanyaan-pertanyaan muncul dengan sendirinya tanpa ada yang mengajarkan. Mereka tak berhenti bertanya ketika belum diberikan jawabannya. Salah memberikan jawaban maka muncul pertanyaan baru.

Berikut ini pertanyaan-pertanyaan mereka yang kami tuliskan sesuai dengan percakapan kami:

Pertanyaan Anak Pertama, Rizka Amelia (Amel)


Amel adalah anak pertama kami. Ketika berumur empat tahunan suka minta diceritakan dongeng kepada saya (ayahnya) dan kakeknya. Setiap cerita selalu bertanya. Suatu ketika dia mendengarkan dongeng dari kakeknya yang isi ceritanya terdapat kekuasaan Allah. Dia mendengarkan dengan seksama. Setelah cerita selesai dia bertanya kepada kakeknya dengan dialeg anak-anak kami:

Amel : "Tete (panggilan untuk kakek)...!!, Allah itu ada dimana?"
Kakek : "Allah itu ada di tempat yang tinggi." Jawab kakeknya dengan tersenyum.
Amel : "Di langit?"
Kakek : "Iya..."
Amel : "Ooohh..."

Setelah beberapa hari Amel bertanya kembali pada saya:

Amel : "Papa...!!!, Tete bilang... Allah itu ada di tempat tinggi, berarti..., kalu torang (kita, kami) bikin tangga tinggi-tinggi torang bisa ketemu dengan Allah?"
Saya (Papa) : Sejenak terdiam sambil memikirkan jawaban. "Torang manusia tidak mampu bikin tangga yang tinggi sampe di langit, jadi tidak bisa sampe sama Allah".
Amel : "Ooohh..."

Pada kali berikutnya (umur 5 tahunan), kembali Amel bertanya:

Amel : "Papa...!! Allah dia ciptakan torang bagimana? Torang lansung jadi atau bagimana?" (Sambil menggaruk kepala).
Saya (Papa) : Sejenak berpikir. "Allah dia ciptakan Amel sama mama punya perut, baru amel lahir".
Amel : "Baru saya keluar bagimana?"
Saya (Papa) : Waduh... "Naakk..., nanti Amel sudah besar baru Amel tau, sekarang biar papa jelaskan Amel belum bisa mengerti, makanya Amel makan banyak-banyak, supaya cepat besar". Saya langsung mengalihkan pembicaraan lain.

Beberap tulisan terkait: 

Pertanyaan Anak Kedua, Ahmad Alfathir (Tathir)


Masih tentang Allah, ketika Fathir berumur 5 tahunan, dia bertanya dengan rangkaian percakapan berikut:

Fathir : "Mama...!! Allah punya bentuk bagimana?".
Mama : Kebingungan. "Tunggu papa datang baru tanya, papa pasti tau itu".
Fathir : "Beh... lama papa datang, saya mo tanya".

Setelah saya tiba di rumah, sang mama pun langsung menceritakan kejadian tersebut agar saya dapat memikirkan jawaban yang tepat. Karena dia tahu bahwa si Fathir selalu tetap bertanya ketika tidak tidak diberikan jawaban yang masuk dia pikirannya.

Sore hari, Fathir teringat untuk bertanya, dia mendekati saya untuk menanyakan pertanyaan yang sama seperti yang dia tanyakan kepada mamanya.

Fathir : "Papa...!! Itu Allah siapa yang bikin?"
Saya (Papa) : (Wadu, pertanyaan lain yang muncul). "Allah itu ada sandiri... Tidak ada yang bikin. Allah Maha Kuasa, jagoo..., apa yang dia mau jadi".
Fathir : "Baru (lalu)...!! Allah punya bentuk bagimana, Dia kurus atau basar? Kan dia jago..."
Saya (Papa) : "Papa tidak tau Allah punya bentuk, tidak ada orang yang tau Allah punya bentuk. Dia tidak bisa dilihat".
Fatir : "Tapi... baru bagimana...? Saya bingung behh...". (Sambil menggaruk kepala).
Saya (Papa) : "Naakk... Nanti Fathir sudah besar baru Fathir tau, skarang fathir masih kecil, belum bisa mengerti biar papa jelaskan. Makanya makan yang banyak supaya cepat besar, rajin belajar supaya pintar." (Saya pun mengalihkan pembicaraan).

Itulah beberapa pertanyaan yang masih kami ingat sampai sekarang. Cerita ini adalah fakta atau kejadian yang benar-benar terjadi. Mungkin anda juga pernah mengalami hal yang sama, atau bahkan lebih. Silakan berikan tanggapan anda melalui kolom komentar yang ada di bawah, baik berupa saran ataupun cerita pengalaman anda untuk berbagi kepada pembaca lainnya. Terima Kasih.


Salam dari kami sekeluarga:

Ayah : Amrin Madolan
Ibu : Maryam Krisna Tombo
Anak Pertama : Rizka Amelia
Anak Kedua : Ahmad Alfathir

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Anak Bertanya tentang Allah. Sederhana namun Mengejutkan dan Lucu"

Posting Komentar

Terima Kasih untuk Kesempatan dan Kesediaan Anda Memberikan Tanggapan Melalui Kolom Komentar yang Tersedia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel