Kronologi Perang Dunia I

Peristiwa pembunuhan Putra Mahkota Austria, Frans Ferdinand oleh seorang Serbia pada tanggal 28 Juni 1914 memicu terjadinya perang antara Austria dan Serbia.

Adanya sistem persekutuan militer mnyebabkan peperangan segera meluas ke berbagai negara. Pada tanggal 1 agustus 1914 Jerman menyatakan perang terhadap Rusia yang mendukung Serbia. Pada tanggal 3 Agustus 1914 Prancis juga menyatakan perang terhadap Jerman. Selanjutnya pada tanggal 4 Agustus 1914 Inggris menyatakan perang terhadap Jerman.

Negara-negara yang terlibat perang segera meluas keluar Eropa, seperti Jepang, Cina, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Karena daerah peperangan yang luas hampir separuh dunia dan juga banyaknya negara yang terlibat, Perang itu disebut Perang Dunia.

Peta Perang Dunia I
Peta Perang Dunia I

Negara yang terlibat dalam Perang Dunia I dibedakan menjadi dua blok, yaitu Blok Sentral dan Blok Sekutu.

Blok Sentral


Blok sentral terdiri atas negara Jerman, Austria, Hongaria, Turki, dan Bulgaria. Italia yang sebelumnya menjadi anggota Triple Alliance akhirnya memihak kepada Entente Codiale karena menginginkan daerah Tirol Selatan, Istria, dan Dalmatia yang dikuasai Austria.

Blok Sekutu


Blok Sekutu terdiri atas negara Prancis, Rusia, Serbia, Belgia, dan Inggris beserta negara dominionnya. Amerika Serikat baru pada tahun 1917 menyatakan perang setelah kapal dagangnya ditenggelamkan Jerman. Keterlibatan Amerika Serikat sebagai negara besar yang mendukung Blok Sekutu menjadi salah satu sebab kalahnya Blok Sentral. Jepang sebagai salah satu negara di Asia ikut berperang melawan Jerman sebab menginginkan jajahan Jerman di Timur Jauh. Anggota Blok Sekutu seluruhnya berjumlah 23 negara.

Perang Dunia I yang melibatkan banyak negara terbagi dalam beberapa medan pertempuran yaitu:

Medan Pertempuran Barat


Tentara Jerman berusaha menyerang Belgia dan Prancis. Mereka berhasil menduduki dan menyerang Prancis dari sebelah utara. Mereka berhasil memasuki belakang garis pertahanan Prancis sampai akhirnya mendekati Paris. Keadaan ini menyebabkan pemerintahan Prancis berpindah ke Bordeaux.

Dalam pertempuran di dekat Sungai Marne pada bulan September 1914, tentara jerman di bawah pimpinan Jenderal Von Moltke berhasil ditahan tentara Prancis. Sesudah itu, perang yang tadinya melaju dengan cepat berubah menjadi perang parit. Untuk jangka waktu tertentu, kedua belah pihak bertahan dalam parit-parit pertahanan sehingga peperangan bersifat statis.

Sesudah Amerika Serikat ikut berperang di pihak Sekutu, peperangan di medan pertempuran barat di bawah komando Marsekal Foach mendapat kemajuan. Tentara Amerika Serikat di bawah pimpinan Jenderal John J. Pershing dan Inggris di bawah pimpinan Jenderal Allenby berhasil mendesak pertahanan Jerman di bawah pimpinan Luddendorf.

Medan Pertempuran Timur


Pada saat tentara Jerman menyerbu Belgia, tanggal 17 Agustus 1914 tentara Rusia dengan kekuatan 200.000 orang menyerbu wilayah timur Jerman. Semula tentara Rusia di bawah pimpinan Jenderal Brusilov berhasil mendesak Jerman. Akan tetapi, setelah Jerman dapat memantapkan diri dalam perang parit di Prancis, sebagian pasukannya dikerahkan ke medan pertempuran timur. Akibatnya, serangan tentara Rusia ini dapat dihancurkan oleh tentara Jerman di bawah pimpinan Jenderal Hindenburg dan Ludenddroff di daerah Tannenberg.

Italia yang memihak Sekutu melakukan serbuan dari selatan ke arah pihak Senteral. Oleh karena itu, Jerman menghadapi tiga serangan sekaligus, yaitu dari arah medan pertempuran barat, timur, dan selatan. Meskipun tidak begitu kuat, berkat bantuan Sekutu, Italia berhasil menahan serangan tentara Austria-Hongaria.

Turki bersekutu dengan Jerman menghadapi tentara Rusia dalam pertempuran di Kaukasus di sekitar Laut Kaspia. Turki berusaha mengusir tentara Inggris dari Syria dan Mesir dengan serbuan yang besar. Namun, serbuan itu dapat ditahan Inggris. Anggkatan Laut Inggris masih tetap menguasai lautan dengan mendaratkan pasukannya di Teluk Persia untuk menyerang Turki dari belakang. Akibat serbuan Inggris, pertahanan Turki menjadi kacau balau.

Untuk menahan bantuan Jerman ke Turki, pada tahun 1915 Angkatan Laut Inggris berusaha menduduki Selat Dardanella, Laut Marmora, dan Selat Bosporus yang penting artinya untuk strategi perang. Namun, usahanya dapat digagalkan Turki di bawah pimpinan Mustafa Kemal Pasha. Pada tahun 1918 Inggris mundur ke Yunani dan berhasil mengalahkan Bulgaria. Sementara itu, Turki akhirnya menyerah kepada Inggris yang memperoleh bantuan bangsa Arab dan Yahudi.

Medan Pertempuran Laut


Laut merupakan medan pertempuran yang banyak mmenimbulkan korban. Inggris sebagai negara maritim, dibawah pimpinan Laksamana John Jellicoe mengadakan blokade terhadap Jerman. Untuk menerobos blokade laut yang dilakukan Inggris, Jerman mengumumkan perang kapal selam tidak terbatas. Jerman menyatakan bahwa semua kapal yang memasuki Inggris akan ditenggelamkan. Akibatnya, banyak kapal Inggris yang ditenggelamkan. Hubungan Jerman dengan jajahannya di Asia dan Afrika terputus. Oleh karena itu, beberapa jajahan Jerman dapat ditaklukkan Sekutu. Jepang yang memihak Sekutu berhasil merebut jajahan Jerman di Pasifik dan Asia Timur. Kapal perang Jerman di Asia Timur yang berlayar menuju Lautan Atlantik akhirnya dihancurkan oleh Angkatan Laut Inggris dan sekutunya.

Pada tahun 1917 tentara Jerman menenggelamkan banyak kapal dagang Sekutu, khsusnya yang menuju Inggris. Kapal milik Amerika Serikat yang pada saat itu tidak terlibat perang juga ditenggelamkan. Oleh karena itu, Amerika Serikat yang merasa dirugikan pada bulan April 1917 mengumumkan perang terhadap Jerman.

Setelah berlangsung hampir empat tahun, Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan di pihak Blok Sentral.

Posting Komentar