Dibalik Makna Menulis Bekerja Untuk Keabadian

Menulis, setiap orang pasti pernah melakukannya. Ya tentu saja, hampir di setiap waktu kita selalu menulis, menulis dan juga menulis. Menulis bukanlah sekedar merangkai suatu kata-kata dan menumpahkannya menjadi sebuah tulisan, namun lebih dari itu menulis juga merupakan pekerjaan yang abadi. Ya, menulis merupakan bekerja untuk keabadian.

Menulis Bekerja Untuk Keabadian
Sumber gambar : pxhere.com

Mungkin Anda sering mendengarkan quotes ini "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian". Quotes tersebut diciptakan oleh salah satu novelis terkenal di Indonesia yaitu Pramoedya Ananta Toer.

Apa Makna Dibalik Quotes Tersebut?


Sering kali pekerjaan penulis diremehkan oleh banyak orang. Buat apa sih kamu menulis? Memang ada gunanya? Kamu capek-capek nulis apa yang kamu dapat dari jerih payah kamu? Sederet pertanyaan itu pasti selalu tertuju kepada seorang penulis. Banyak yang mengatakan bahwa menulis adalah kegiatan yang sia-sia.

Mendengar hal itu cukup aneh rasanya. Mengapa menulis harus sia-sia. Menulis ada gunanya dan tidaklah sia-sia. Dengan menulis kita bisa melatih diri mengolah kata-kata dan juga memberikan informasi kepada orang lain melalui setiap kata yang kita tulis.

Tak ada istilahnya menulis itu sia-sia, justru menulis untuk memberikan kemanfaatan untuk banyak orang. Manfaat itu tentunya abadi dan tidak pernah hilang di makan waktu.

Ada satu hal lagi yang membuat menulis itu bukanlah hal yang sia-sia. Setiap manusia ditakdirkan dengan umur yang berbeda. Setiap manusia pasti akan meninggalkan. Ada suatu pepatah mengatakan "Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang" apa makna itu semua? Seseorang boleh saya sudah meninggal tapi tetap saja ada yang terkenang dari dia, baik sisi kejahatannya maupun sisi kebaikannya.

Sama seperti seorang penulis. Semasa hidupnya seorang penulis selalu dan selalu menghasilkan karya dimana karya tersebut tentunya berguna untuk orang banyak. Ketika dia meninggal apa dia terlupakan begitu saja? Tidak. Dari karya-karyanya yang membuat dirinya tetap terkenang meski raganya telah tiada di bumi ini.

Anda mungkin mengenal tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina. Yang jelas anda tidak akan mengenal Ibnu Sina jika bukan karena karya-karyanya bukan? Karena karya beliaulah Ibnu Sina bisa menjadi terkenal bahkan namanya tertulis di buku-buku yang selama ini kita baca. Bahkan dunia pun sudah tau betapa hebatnya dan cerdasnya beliau menghasilkan suatu karya.

Jadi, Memang Benar Menulis Itu Bekerja Untuk Keabadian


Telah terbukti quotes dari Pramoedya Ananta Toer tersebut. Tidak ada istilahnya menulis itu sia-sia. Tidak ada ceritanya menulis itu tak berguna. Justru dari tulisan itulah bisa memberikan nilai guna yang lebih bagi orang lain.

Orang bisa menilai selain dari fisik kita, mereka juga akan melihat dari karya apa yang kita buat. Suatu karya yang bermanfaat pastinya akan membuat diri anda menjadi terkenang, abadi untuk selamanya. Sekian sedikit coretan kecil admin, semoga bermanfaat bagi pembaca.   

Posting Komentar